| Suporter melempar flare ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, saat pertandingan Serie A antara Cremonese melawan Inter di Cremona, Italia, Minggu (2/2/2026). (c) Alberto Mariani/LaPresse via AP |
UNYIL4D – Laga Cremonese vs Inter Milan pada pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2) dini hari WIB, menyisakan cerita kelam di balik kemenangan Nerazzurri. Duel yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Inter itu ternoda oleh insiden flare yang mengenai Emil Audero.
Kiper Timnas Indonesia tersebut menjadi korban lemparan suar dari tribun belakang gawang yang dijaganya pada menit ke-59. Berdasarkan laporan sejumlah media Italia, tribun tersebut diisi oleh pendukung tim tamu.
Situasi tersebut memaksa pertandingan di Stadion Giovanni Zini dihentikan sementara. Ledakan keras terdengar, asap memenuhi udara, dan perhatian tertuju pada Audero yang tergeletak usai terkena flare.
Meski mengalami luka, Emil Audero tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia mendapat perawatan medis singkat di lapangan dan memutuskan melanjutkan pertandingan hingga laga berakhir.
Insiden Flare dan Dampaknya bagi Emil Audero

| Kiper Cremonese, Emil Audero, tergeletak di lapangan setelah suporter melempar flare ke arahnya dalam laga Serie A antara Cremonese melawan Inter, Minggu (2/2/26). (c) Alberto Mariani/LaPresse via AP |
Lemparan flare yang mengenai Emil Audero terjadi secara tiba-tiba dari arah tribun tandang. Suar tersebut meledak di dekat tubuh sang kiper dan menyebabkan luka ringan serta bekas luka bakar di bagian kakinya.
Audero sempat menjalani pemeriksaan medis sebelum laga dilanjutkan. Keputusan untuk tetap bermain diambil setelah kondisinya dinyatakan cukup aman, meski jelas insiden tersebut berisiko besar bagi keselamatan pemain.
Secara teknis, pertandingan tetap berjalan sesuai rencana. Inter Milan mengamankan kemenangan lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, sementara Cremonese gagal memanfaatkan momentum gangguan pertandingan.
Namun, hasil di papan skor seolah menjadi catatan minor dibanding sorotan terhadap keselamatan pemain. Insiden ini langsung memantik diskusi luas soal keamanan stadion dan perilaku suporter di Serie A.
Pelaku Teridentifikasi dan Reaksi Keras dari Internal Inter

Laporan lanjutan menyebutkan bahwa pendukung Inter yang melempar kembang api tersebut mengalami kecelakaan serius. Saat melempar flare kedua beberapa menit kemudian, tiga jarinya dilaporkan hancur akibat ledakan.
Surat kabar La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera mengungkap bahwa pelaku akhirnya teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan cedera parah di tangan. Ia dipastikan akan ditangkap dan dikenai larangan masuk stadion.
Aksi individu tersebut juga memicu kemarahan di tribun tandang. Banyak pendukung Inter mengecam ‘pelaku tunggal’ yang dianggap membahayakan keselamatan pemain dan berpotensi membuat pertandingan dihentikan total.
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, bergerak cepat meredam situasi. Ia secara terbuka mengutuk tindakan hooligan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga Cremona, sembari berharap otoritas tidak menjatuhkan sanksi kolektif kepada seluruh pendukung Nerazzurri.

Promo Bonus Terbesar :
- Bonus New Member 10% Maks 300.000
- Bonus Deposit Harian Rp.5.000,- (1x Sehari)
- Bonus Cashback Hingga 15% ( Tembak Ikan & Live Casino )
- Bonus Cashback Sportbook 5%
- Bonus Rollingan Slot 0.5% ( Tanpa Batas )
